Internship, Certification, and Employability

Pusat Sertifikasi dan Kesiapan Kerja
Wednesday, 04 Feb 2026

Meniti Pengembangan Karier Sejak Kuliah: Panduan Santai nan Informatif

Berita Umum | 04 Februari 2026 00:00 wib Bayangkan Anda sedang duduk di bangku kuliah, memikirkan masa depan: akan jadi apa saya setelah lulus? Pertanyaan ini wajar muncul di benak mahasiswa. Di satu sisi, kuliah menyibukkan kita dengan tugas dan organisasi. Di sisi lain, dunia kerja menanti dengan persaingan yang ketat dan perubahan yang cepat. Career development atau pengembangan karier sering terdengar abstrak, padahal sejatinya adalah perjalanan seumur hidup yang dimulai sejak dini. Kabar baiknya, masa kuliah adalah waktu yang tepat untuk mulai meniti jalan karier Anda. Dengan gaya santai namun informatif, artikel ini akan mengajak Anda memahami seluk-beluk pengembangan karier secara populer dan naratif – mulai dari definisi dasar, pentingnya pengembangan diri sejak kuliah, soft skills vs hard skills, cara menemukan passion dan membangun personal branding, hingga peluang serta tantangan di era digital dan AI, plus tips networking dan membuat portofolio. Yuk, kita mulai perjalanan ini!
Soft Skills vs Hard Skills: Keduanya Penting!
Sering kali dalam persiapan karier, kita mendengar istilah soft skills dan hard skills. Apa sih bedanya, dan mana yang lebih penting? Hard skills adalah keterampilan teknis yang spesifik dan biasanya terukur contohnya kemampuan coding, analisis data, akuntansi, desain grafis, dan sebagainya. Ini adalah kemampuan yang bisa dipelajari melalui pendidikan formal atau kursus, dan biasanya tertulis jelas di lowongan kerja. Sebaliknya, soft skills adalah keterampilan non-teknis yang bersifat interpersonal atau cara Anda bekerja. Contohnya komunikasi, kerja sama tim, manajemen waktu, kreativitas, problem-solving, leadership, etika kerja, hingga adaptability. Soft skills sering disebut juga people skills karena terkait dengan bagaimana kita berinteraksi dan berperilaku dengan orang lain. Dulu, banyak yang mengira cukup fokus asah hard skills (nilai IPK tinggi, sertifikasi, kemampuan teknis OK) pasti karier aman. Namun dunia kerja modern berkata lain: soft skills justru menjadi penentu utama kesuksesan karier jangka panjang. Mengapa? Hard skills mungkin membuat Anda qualified untuk suatu posisi, tetapi soft skills-lah yang membuat Anda excel dan bertahan berkembang. Misalnya, seorang programmer hebat (hard skill) akan sulit maju jika tidak bisa komunikasi dalam tim atau beradaptasi dengan perubahan (soft skill). Faktanya, survei profesional menunjukkan hal serupa. Sebanyak 92% manajer HR menyatakan soft skills sama pentingnya, atau bahkan lebih penting daripada hard skills ketika merekrut karyawan . Bahkan, ketika rekrutmen karyawan baru gagal (tidak sesuai ekspektasi), 89% manajer mengungkap penyebab utamanya adalah kurangnya soft skills pada karyawan tersebut . Data lain mengungkap trend serupa: 71% perusahaan percaya soft skills akan menjadi sama atau lebih penting di masa depan, apalagi dengan hadirnya teknologi AI yang justru meningkatkan permintaan terhadap kemampuan nonteknis manusia . Intinya, kombinasi keduanya (hard and soft skills) adalah kunci. Hard skill mungkin membawa Anda lolos seleksi awal, tapi soft skill yang akan membawa Anda naik jenjang karier. Bagaimana dengan kita, para mahasiswa? Kabar baiknya, kampus adalah tempat ideal mengasah kedua jenis keterampilan ini. Hard skills tentu dibangun lewat perkuliahan di kelas, praktikum, tugas proyek, skripsi, dan magang. Sementara soft skills bisa diasah melalui aktivitas organisasi, kerja kelompok, lomba, volunteering, hingga kebiasaan sehari-hari. Misalnya: mengerjakan proyek tim otomatis melatih komunikasi dan kepemimpinan, mengatur jadwal kuliah dan organisasi mengasah manajemen waktu dan kemampuan negosiasi, hingga mengatasi dosen killer melatih kesabaran dan resilience. Jadi, jangan terjebak dalam dilema pilih hard skill atau soft skill? Anda butuh keduanya! Pastikan selama kuliah, Anda tidak hanya mengejar nilai akademik, tapi juga aktif mengembangkan soft skills. Dengan keseimbangan ini, profil Anda akan lebih komplet di mata perekrut: punya kompetensi teknis dan sifat profesional yang mumpuni. Seperti kata pepatah, Hard skills will get you the interview, but soft skills will get you the job. 

Dibuat Oleh : 
Komang Pradnaya Taksu Natha

Dilihat 3 kali
Artikel Terkait
Link