Internship, Certification, and Employability

Pusat Sertifikasi dan Kesiapan Kerja
Wednesday, 04 Feb 2026

Generalis dan Spesialis, Bagaimana Nasibnya saat AI Melanda?

Berita Umum | 04 Februari 2026 00:00 wib Semenjak 2022, Artificial Intelligence (AI) sudah berkembang begitu pesat hingga mengambil bagian penting dalam dunia kerja saat ini. Kemampuannya untuk memproses data, memvisualisasikan gambar, dan melakukan riset sudah mengubah proses kerja yang selama ini dilakukan secara manual dalam berbagai bidang. Menurut laporan Future of Jobs dari World Economic Forum (2023), sekitar 85 juta pekerjaan berpotensi digantikan oleh otomatisasi hingga tahun 2025. Namun, di sisi lain otomatisasi ini juga bisa menciptakan 97 juta pekerjaan baru yang lebih relevan dengan perkembangan teknologi dengan keterampilan yang berbeda. Dari hal ini kita bisa tahu bahwa adanya AI tidak hanya akan menggantikan beberapa pekerjaan, tapi membuat peluang baru, sehingga semua orang perlu untuk bisa beradaptasi dengan mempelajari hal baru dan menentukan pengembangan karir yang tepat. Salah satu dilema yang sering muncul adalah pilihan antara menjadi seorang generalis atau spesialis. Apakah lebih baik menguasai banyak bidang secara umum atau menjadi tajam dalam satu hal spesifik?
- Generalis dan Spesialis: Apa Itu?
Generalis adalah individu yang memiliki pengetahuan dan keterampilan di berbagai bidang. Seorang generalis mungkin tidak mendalami satu bidang secara teknis, tapi ia cukup memahami banyak aspek sehingga ia bisa bekerja dalam banyak hal. Generalis biasanya dibutuhkan untuk posisi yang membutuhkan kemampuan adaptasi, pemahaman sistem secara keseluruhan, dan komunikasi lintas tim. Di tengah perubahan yang semakin cepat, generalis semakin berfungsi karena mereka bisa mengisi banyak peran dan cepat belajar ketika tantangan baru muncul. Sebaliknya, spesialis adalah individu yang mendalami bidang tertentu hingga mereka menguasai aspek teknis dari bidang yang digeluti, sehingga kadang menjadi pakar dalam lingkup
kerjanya. Spesialis sangat dibutuhkan dalam pekerjaan yang menuntut presisi tinggi seperti dokter, teknik sipil, dan pengembang software. Kekuatan spesialis terletak pada kedalaman pengetahuan dan keterampilan yang tidak semua orang punya dan yang melahirkan keefektifan bekerja. Pertanyaan yang muncul sekarang bukan lagi mana yang lebih baik?, tetapi siapa yang lebih siap menghadapi perubahan? Mengingat peran teknologi yang semakin luas, baik generalis maupun spesialis akan terdampak oleh kehadiran AI. Oleh karena itu, penting untuk memahami kelebihan dan kekurangan dari masing-masing peran, serta bagaimana keduanya bisa tetap relevan di revolusi AI ini. Dalam menentukan arah pengembangan karier, pemahaman mengenai kelebihan dan kekurangan menjadi seorang generalis maupun spesialis sangatlah penting. Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda serta keunggulan masing-masing dalam menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang.


- Generalis: Kelebihan dan Kekurangan  

Generalis merupakan individu yang memiliki wawasan lintas disiplin dan mampu memahami konteks besar, menjadikannya relevan di dunia kerja yang dinamis dan penuh ketidakpastian. Peran mereka sangat penting dalam menjembatani komunikasi antar divisi dan merajut perspektif yang beragam dalam lingkungan kerja berbasis proyek. Kemampuan adaptasi yang tinggi memungkinkan generalis untuk berpindah peran dengan cepat, mengikuti kebutuhan organisasi yang terus berubah. Studi Harvard Business Review bahkan menunjukkan bahwa lulusan MBA dengan latar belakang generalis menerima bonus penandatanganan 36% lebih tinggi dibandingkan spesialis (Merluzzi & Phillips, 2016), menandakan daya saing mereka di

pasar kerja (O.C. Tanner Global Culture Report, 2023). Namun, generalis juga memiliki keterbatasan, terutama dalam hal keahlian teknis. Ketika dihadapkan pada tugas yang membutuhkan pemahaman mendalam, generalis dapat kalah cepat dan kalah akurat dibandingkan dengan spesialis. Selain itu, karena tidak menonjol dalam satu bidang tertentu, mereka cenderung mengalami kesulitan dalam membangun citra profesional yang kuat atau personal branding yang spesifik (Teodoridis et al., 2018). Keseimbangan antara keluasan dan kedalaman menjadi tantangan utama yang harus dihadapi oleh para generalis agar
tetap kompetitif di tengah persaingan tenaga kerja yang semakin kompleks. 

Dibuat Oleh :

Levin Theolin 0206042110067

Dilihat 3 kali
Artikel Terkait
Link