Internship, Certification, and Employability

Pusat Sertifikasi dan Kesiapan Kerja
Wednesday, 04 Feb 2026

DARI MAHASISWA MENUJU PROFESIONAL: STRATEGI PENGEMBANGAN KARIER UNTUK SUKSES MAS

Berita Umum | 04 Februari 2026 00:00 wib Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat dan dinamis, pengembangan karier menjadi hal krusial bagi setiap individu. Lebih dari sekadar mengejar jabatan atau penghasilan, pengembangan karier mencakup peningkatan kemampuan, penguatan relasi profesional, dan kesiapan menghadapi perubahan dunia kerja. Sebagai individu yang sedang mempersiapkan diri untuk terjun ke dunia kerja, atau bahkan mereka yang telah lama berkarier, pengembangan karier adalah investasi jangka panjang yang tidak bisa diabaikan. Hal ini terkait langsung dengan kualitas hidup seseorang, termasuk tingkat kepuasan kerja dan kebahagiaan dalam menjalani aktivitas profesional sehari-hari. Artikel ini bertujuan untuk menggali lebih dalam berbagai aspek yang terlibat dalam pengembangan karier, serta memberikan panduan praktis bagi siapa saja yang ingin merencanakan dan melaksanakan strategi pengembangan karier dengan lebih efektif.
Langkah-Langkah Strategis dalam Pengembangan Karier
1. Mengenali Diri Sendiri
Langkah awal dalam menyusun strategi karier adalah dengan memahami potensi dan karakter diri. Ini mencakup pengenalan terhadap minat, nilai-nilai hidup, kekuatan dan kelemahan, serta gaya kerja pribadi. Alat tes psikologi seperti RIASEC, MBTI, atau DISC bisa membantu dalam proses ini agar pilihan karier menjadi lebih tepat sasaran. Dengan mengenal diri secara mendalam, individu lebih mudah menyusun arah karier yang selaras dengan kepribadian. Sebagai contoh, seseorang yang senang menganalisis dan bekerja dengan sistem mungkin cocok di bidang teknologi informasi atau keuangan. Sementara itu, mereka yang memiliki kecenderungan sosial tinggi bisa berkembang di sektor pendidikan atau pelayanan masyarakat. Proses mengenali diri bukanlah hal yang dilakukan sekali saja, melainkan secara berkelanjutan. Seiring waktu, minat dan nilai bisa berubah, sehingga evaluasi diri perlu dilakukan secara berkala. Pemahaman ini akan menjadi fondasi dalam pengambilan keputusan karier yang lebih bijak dan strategis. Sebagai contoh, seseorang yang memiliki minat besar dalam teknologi dan
pemrograman mungkin lebih sukses jika mengejar karier di bidang IT atau rekayasa perangkat lunak. Sebaliknya, seseorang yang menikmati interaksi sosial dan berkomunikasi dengan orang lain mungkin lebih cocok bekerja di bidang pemasaran,
penjualan, atau pengajaran. Mengenali diri sendiri tidak hanya terbatas pada minat dan bakat, tetapi juga mencakup penilaian terhadap nilai-nilai pribadi yang lebih dalam. Misalnya, apakah seseorang lebih mengutamakan stabilitas dalam pekerjaan atau lebih suka tantangan dan kebebasan dalam bekerja? Melakukan refleksi diri secara rutin juga sangat penting karena seiring
berjalannya waktu, minat dan aspirasi seseorang dapat berubah. Sebuah profesi atau jabatan yang sebelumnya menarik mungkin tidak lagi relevan dengan tujuan hidup seseorang di masa depan. Oleh karena itu, penting untuk terus melakukan evaluasi terhadap diri sendiri dan mengeksplorasi peluang baru yang sesuai dengan perkembangan diri.


2. Menyusun Tujuan Karier

Setelah mengetahui karakter pribadi, langkah berikutnya adalah menyusun tujuan karier yang jelas dan terstruktur. Tujuan ini berfungsi sebagai panduan arah serta alat ukur kemajuan. Tanpa arah yang pasti, seseorang bisa saja kehilangan semangat
atau terjebak dalam situasi kerja yang stagnan. Tujuan karier sebaiknya dibagi menjadi dua, yaitu jangka pendek dan jangka
panjang. Tujuan jangka pendek bisa berupa menyelesaikan pelatihan atau mendapatkan pekerjaan pertama. Sedangkan tujuan jangka panjang bisa mencakup keinginan menjadi manajer, memiliki bisnis sendiri, atau memberi dampak signifikan dalam suatu bidang. Sebagai contoh, seseorang yang baru memulai karier di bidang pemasaran digital mungkin memiliki tujuan jangka pendek untuk menyelesaikan kursus sertifikasi SEO atau Google Ads dalam waktu tiga bulan. Tujuan jangka panjangnya mungkin adalah menjadi seorang manajer pemasaran digital atau membuka agensi pemasaran digital sendiri dalam lima tahun. Dengan adanya tujuan jangka pendek dan panjang,  seseorang dapat mengukur progres yang telah dicapai dan menyesuaikan langkah- langkah yang perlu diambil untuk mencapainya.  Gunakan prinsip SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time- bound) dalam menetapkan tujuan. Pendekatan ini membantu individu lebih fokus dan realistis dalam mencapai target, sekaligus menjaga semangat agar tetap konsisten dalam meraih cita-cita kariernya.


3. Meningkatkan Kompetensi

Agar mampu bersaing, individu perlu terus mengembangkan keterampilan baik teknis (hard skills) maupun non-teknis (softskills). Hard skills mencakup keahlian seperti pemrograman, akuntansi, atau desain. Sementara itu, soft skills meliputi
kemampuan komunikasi, kerja sama tim, dan kepemimpinan. Cara untuk meningkatkan kompetensi antara lain melalui kursus daring, pelatihan, seminar, atau bahkan melanjutkan studi. Selain itu, pengalaman langsung di dunia kerja juga merupakan sarana terbaik untuk mengasah kemampuan melalui tantangan nyata yang dihadapi sehari-hari. Peningkatan kompetensi merupakan investasi jangka panjang yang akan membuka lebih banyak peluang. Profesional yang menguasai bidangnya dengan baik biasanya lebih cepat naik jabatan dan memperoleh kepercayaan lebih. Oleh karena itu, semangat belajar sepanjang hayat menjadi kunci keberhasilan dalam karier.


4. Membangun Jaringan Profesional (Networking)

Jaringan profesional atau networking adalah salah satu aspek penting dalam mengembangkan karier. Melalui relasi, seseorang dapat memperoleh informasi pekerjaan, referensi, mentor, maupun peluang kolaborasi. Networking bisa dilakukan secara langsung maupun virtual, seperti melalui LinkedIn. Dengan menjalin hubungan profesional yang kuat, seseorang bisa mendapatkan akses terhadap kesempatan yang tidak selalu tersedia secara terbuka. Misalnya, sebuah rekomendasi dari kenalan bisa membuka jalan menuju wawancara kerja yang prestisius. Selain itu, pengalaman orang lain bisa menjadi bahan belajar berharga. Networking yang efektif berlandaskan pada prinsip memberi, bukan sekadar meminta. Mereka yang aktif membantu orang lain dan berbagi informasi cenderung lebih dihargai dalam komunitasnya. Menjaga relasi secara konsisten akan menjadikan jaringan profesional sebagai aset penting dalam perjalanan karier.


5. Menyesuaikan Diri dengan Perubahan

Dunia kerja terus mengalami perubahan cepat akibat perkembangan teknologi, ekonomi, dan tren global. Oleh karena itu, kemampuan beradaptasi menjadi keunggulan tersendiri. Adaptabilitas mencakup kesiapan belajar hal baru, fleksibilitas dalam berpikir, dan ketangguhan dalam menghadapi tantangan. Sebagai contoh, saat pandemi melanda, banyak orang harus beralih ke sistem kerja dari rumah dan menggunakan teknologi baru. Mereka yang mampu beradaptasi dengan cepat tetap dapat menjalankan tugas secara efektif bahkan berkembang di tengah kondisi krisis.


DAFTAR PUSTAKA
- Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2017). Organizational Behavior (17th ed.). Pearson Education.
- Greenhaus, J. H., Callanan, G. A., & Godshalk, V. M. (2010). Career Management (4th ed.). SAGE Publications.
- Hall, D. T. (2002). Careers In and Out of Organizations. SAGE Publications.
- Super, D. E. (1990). A life-span, life-space approach to career development. In D.
- Brown, L. Brooks, & Associates, Career choice and development (2nd ed.). Jossey-Bass.
- Lent, R. W., Brown, S. D., & Hackett, G. (1994). Toward a unifying social cognitive theory of career and academic interest, choice, and performance. Journal of Vocational Behavior, 45(1), 79-122. https://doi.org/10.1006/jvbe.1994.1027
- Savickas, M. L. (2005). The theory and practice of career construction. In S. D. Brown & R. W. Lent (Eds.), Career development and counseling: Putting theory and research to work (pp. 42-70). John Wiley & Sons.
- Hirschi, A. (2011). Career planning and career adaptability: A longitudinal study among adolescents. Journal of Vocational Behavior, 79(1), 82-92. https://doi.org/10.1016/j.jvb.2010.12.002
- ONeil Jr., D. A., & Bilimoria, D. (2005). Womens career development phases: Idealism, endurance, and reinvention. Career Development International, 10(3), 168-189. https://doi.org/10.1108/13620430510598300
- Sukardi, S., & Hartini, N. (2020). Pengaruh Kompetensi dan Pengembangan Karier Terhadap Kinerja Pegawai. Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, 14(1), 15-24.
- Rahmawati, E., & Prasetyo, B. (2021). Pengaruh Pelatihan dan Pengembangan Karier terhadap Kepuasan Kerja. Jurnal Ilmu Manajemen, 9(2), 120-128.

Dibuat Oleh : 

Matthew Jason Nugroho T - 0106012110269

Dilihat 0 kali
Artikel Terkait
Link