Internship, Certification, and Employability

Pusat Sertifikasi dan Kesiapan Kerja
Tuesday, 03 Mar 2026

ARTIKEL POPULER : “PASSION OR SKILL”

Lowongan | 04 Februari 2026 00:00 wib Ketika seseorang ditanya, “Kamu mau jadi apa nanti?” jawaban yang muncul seringkali membingungkan. Ada yang menjawab dengan penuh semangat karena merasa sudah tahu tujuan hidupnya, tapi nggak sedikit juga yang jawabannya terdengar ragu atau bahkan asal-asalan. Di sinilah muncul dilema yang sering dialami oleh banyak orang, terutama generasi muda: harus mengikuti passion atau membangun skill yang dibutuhkan pasar? Kita sering banget mendengar nasihat, “Ikuti passion-mu, maka kamu nggak akan merasa bekerja seumur hidup.” Tapi di sisi lain, ada juga yang menyarankan, “Jangan kejar passion, tapi kejar skill yang dibutuhkan perusahaan.” Nah lho, jadi mana yang benar? Dari pengalaman dan banyak obrolan yang saya ikuti, jawabannya ternyata nggak sesimpel itu.
Di artikel ini, saya ingin ajak kamu ngobrol santai tapi mendalam soal passion, skill, dan bagaimana keduanya bisa saling melengkapi dalam membentuk karier yang bukan cuma sukses, tapi juga bikin bahagia dan bermakna. Sebelum terlalu jauh, kita perlu menyamakan persepsi dulu. Passion itu adalah sesuatu yang bikin kamu semangat, rela begadang, atau bisa kamu kerjakan tanpa ngerasa capek. Misalnya, kamu suka banget bikin desain, masak, nulis, atau ngobrol sama orang. Aktivitas itu bikin kamu hidup, semangat, dan merasa jadi diri sendiri.

Sedangkan skill adalah kemampuan yang kamu miliki baik yang didapat dari belajar, latihan, maupun pengalaman. Skill bisa berupa kemampuan teknis (misalnya: desain grafis, coding, analisis data), atau bisa juga soft skill (misalnya: komunikasi, negosiasi, leadership). Gampangnya begini: passion itu bensinnya, skill itu kendaraannya. 

Tanpa bensin, kendaraan nggak bisa jalan. Tapi punya bensin doang tanpa kendaraan, juga nggak bakal ke mana-mana. Sayangnya, masih banyak yang salah kaprah menganggap passion itu lebih penting dari skill atau sebaliknya. Padahal, kita perlu dua-duanya kalau ingin karier kita benar-benar berkembang. Passion akan memberi kita arah, sementara skill membuat kita bergerak menuju arah tersebut. Bahkan dalam banyak kasus, passion dan skill tidak muncul bersamaan. Ada orang yang punya passion dulu, baru kemudian melatih skill. Tapi ada juga yang awalnya belajar skill karena kebutuhan, lalu dari situ muncul passion. Semua sah-sah aja, yang penting kita tetap berkembang.

Punya passion itu penting. Tapi kalau kamu cuma mengandalkan passion tanpa punya skill, kamu bisa jadi hanya bermimpi, tapi nggak pernah jalan. Dunia kerja nggak cukup hanya dengan semangat, tapi butuh kemampuan nyata. Misalnya kamu suka banget masak.

Kamu punya passion di dunia kuliner. Tapi kalau kamu nggak belajar teknik memasak, manajemen dapur, atau cara menghitung harga jual makanan, ya kamu bakal sulit bersaing dengan pelaku kuliner lainnya. Passion tanpa usaha dan peningkatan skill hanya akan jadi hobi.

Selain itu, terlalu mengejar passion tanpa melihat realita pasar bisa bikin kamu frustrasi. Misalnya, kamu suka sejarah, tapi nggak tahu cara mengaitkannya ke karier seperti content creator edukatif atau dosen, akhirnya kamu bingung sendiri. Passion butuh dikaitkan dengan strategi. Banyak juga kasus di mana orang hanya mengejar apa yang mereka suka, tanpa memperhitungkan apakah hal tersebut bisa dikembangkan secara profesional. Hasilnya? Mereka cepat merasa stuck dan kecewa. Ini jadi bukti bahwa passion saja nggak cukup.

Passion adalah titik awal, bukan satu-satunya jalan. Supaya passion punya dampak nyata, kita harus melengkapinya dengan kerja keras, pengembangan skill, dan strategi yang tepat. Sebaliknya, banyak juga orang yang fokus mengembangkan skill karena tuntutan pasar. Mereka belajar coding, akuntansi, atau manajemen bukan karena suka, tapi karena katanya lebih aman dan gajinya gede. Dan ya, nggak salah juga. Tapi yang jadi masalah adalah ketika kita hanya bekerja demi uang, tanpa merasa ada koneksi pribadi dengan pekerjaan itu.


Daftar Pustaka
- Almeida, F. (2020). Passion and skills in career development: Bridging personal values and professional success. Journal of Career Planning, 35(2), 138.
- Duckworth, A. (2016). Grit: The power of passion and perseverance. Scribner.
- Ikigai, H. G. (2017). Ikigai: The Japanese Secret to a Long and Happy Life. Penguin Books.
- Robinson, K. (2009). The Element: How Finding Your Passion Changes Everything. Penguin Books.
- Sennett, R. (2008). The Craftsman. Yale University Press.
- Zhao, F. (2017). Exploring the synergy between passion and competence in building sustainable careers. Career Development International, 22(3), 272289.


Dibuat Oleh :

Andrew William Saputra - 0106012110137


Dilihat 5 kali
Artikel Terkait
Link